Banyak trader mengenal ungkapan “tren adalah teman Anda” (the trend is your friend).

    Dikatakan bahwa ketika pasar sedang bergerak naik, kemungkinan besar pasar akan terus naik. Begitu pula sebaliknya, ketika pasar sedang bergerak turun, kemungkinan besar ia akan terus turun. Bahkan ada istilah khusus untuk hal ini – Momentum, dan strategi Momentum sangat populer di pasar keuangan tradisional serta berhasil diterapkan oleh banyak hedge fund terkemuka. Namun, bagaimana tepatnya Anda menemukan sebuah tren?

    Moving average sangat penting bagi semua jenis trader dan berfungsi dengan baik di kerangka waktu (timeframe) mana pun. Banyak indikator lain yang didasarkan pada Moving Average, seperti osilator MACD atau indikator Bollinger Bands, yang panduannya dapat Anda temukan di sini. Indikator Moving Average mungkin merupakan indikator yang paling penting dan paling sering digunakan dalam bidang trading apa pun. Selain itu, indikator-indikator ini dapat memberikan sinyal kapan harus membeli atau menjual aset tertentu. Di aplikasi goodcryptoX, sinyal-sinyal ini dihasilkan secara otomatis berdasarkan 15 Moving Average dan 10 Osilator, dengan tujuan utama membantu trader menemukan momen yang tepat untuk masuk atau keluar dari posisi.

    Dalam artikel ini, kami akan memastikan Anda memahami perbedaan antara berbagai jenis moving average, seperti Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), Weighted Moving Average (WMA), dan Hull Moving Average (HMA), mengetahui cara menghitungnya, dan bagaimana Anda dapat melakukan trading kripto menggunakannya. Dikombinasikan dengan aplikasi goodcryptoX, moving average dapat membantu Anda menjadi dan tetap menjadi trader yang menguntungkan. Mari kita mulai!

    Apa itu Moving Average?

    Moving average menyederhanakan dan memperhalus fluktuasi harga, mengurangi noise (kebisingan pasar) dan memberi Anda gambaran yang lebih baik tentang ke mana arah pasar bergerak, dan ke mana potensi arah selanjutnya. Mengurangi noise dari grafik akan memberi Anda gambaran yang jauh lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi.

    Meskipun Moving Average sangat berguna untuk memberikan wawasan kepada Anda, perlu disadari bahwa indikator ini tidak memprediksi kinerja masa depan. Sebaliknya, mereka mengonfirmasi tren yang telah terbentuk.

    Mulai sekarang, kami akan menyebut Moving Average secara ringkas sebagai MA.

    Ketika kita berbicara tentang kerangka waktu (timeframe), kita menganggap timeframe harian atau mingguan sebagai “timeframe tinggi”, sedangkan 5 menit atau 15 menit dianggap sebagai “timeframe rendah”.

    Bagaimana Cara Menghitung Moving Average?

    MA dihitung dengan menjumlahkan titik data atau candle sebelumnya, yang kemudian dibagi dengan jumlah titik tersebut.

    Apa artinya ini?

    MA 20 diperoleh dari menjumlahkan 20 periode sebelumnya, lalu dibagi 20.
    MA 100 diperoleh dari menjumlahkan 100 periode sebelumnya, lalu dibagi 100.

    Mudah sekali!

    Moving Average Kripto dihitung dengan cara yang sama.

    Jenis-Jenis Moving Average

    Ada berbagai cara untuk berinteraksi dengan pasar. Investasi jangka panjang, perdagangan jangka menengah (intermediate trades), atau perdagangan “swing” jangka pendek adalah tiga cara trading yang paling umum. Karena sifat Simple Moving Average tradisional yang lambat bergerak, para analis mulai mencari solusi yang dapat memberikan sinyal lebih cepat. Dari sinilah berbagai variasi MA lahir.

    Mari kita lihat jenis-jenis Moving Average yang paling umum beserta perbedaannya. Kita akan mulai dengan definisi Simple Moving Average.

    Simple Moving Average (SMA)

    Jadi apa itu simple moving average? Simple Moving Average, atau indikator SMA, dihitung berdasarkan harga penutupan suatu periode. Sebuah ‘periode’ berarti satu candle. Sebagai contoh, harga penutupan dari 3 periode atau candle dijumlahkan lalu dibagi 3. Setiap periode dalam perhitungan memiliki bobot yang sama (every period in the calculation has the same weight). Kita akan melihat apa artinya ini setelah kita membahas jenis-jenis MA berikutnya.

    Contoh: kita memiliki 3 periode, $50, $45, dan $60.

    Rumus Simple Moving Average adalah: 50 + 45 + 60 = 155 / 3 (jumlah periode) = 51,66 sebagai SMA 3.

    Penggunaan SMA dalam trading sangat halus dan sangat kuat sebagai indikator jangka panjang, pada timeframe mana pun.

    SMA 20 pada grafik 4H BTC/USDT

    SMA 20 pada grafik 4H BTC/USDT

    Weighted Moving Average (WMA)

    Weighted Moving Average, atau WMA, memberikan bobot lebih besar pada periode-periode terakhir namun tidak secara eksponensial. Hal ini membuat indikator ini sedikit lebih lambat dibandingkan garis EMA, namun lebih cepat daripada garis SMA. Periode pertama dalam perhitungan memiliki bobot paling kecil, titik tengah memiliki bobot rata-rata, dan periode terakhir dalam perhitungan memiliki bobot dua kali lipat dari titik tengah. Semakin baru suatu periode, semakin besar bobot yang dimilikinya dalam perhitungan. Mari kita lihat rumus Weighted Moving Average.

    Dalam perhitungan WMA, setiap periode memiliki bobot. Jika kita memiliki 3 periode, periode pertama akan berbobot 1, kedua berbobot 2, dan terakhir berbobot 3. Sebagai contoh, [(1 x $60) + (2 x $45) + (3 x $50)] = 300.

    Jumlah bobot periode adalah 1+2+3 = 6.
    Jadi kita mendapatkan (60 + 90 + 150) / 6 = 50 sebagai WMA 3.

    Ini menghasilkan WMA yang bergerak lebih cepat, merespons pergerakan harga terbaru dengan lebih gesit daripada yang dilakukan oleh garis SMA tradisional.

    Dalam trading tradisional dan kripto, Weighted Moving Average lebih kuat sebagai indikator jangka pendek dibandingkan SMA. Indikator ini memberikan hasil yang lebih dinamis dan bekerja lebih baik untuk trading jangka menengah atau jangka pendek.

    WMA 20 pada grafik 4H BTC/USD.

    WMA 20 pada grafik 4H BTC/USD.

    Exponential Moving Average (EMA)

    Jadi apa itu EMA? Exponential Moving Average, atau indikator EMA, memberikan bobot secara eksponensial lebih besar pada periode-periode terbaru. Hal ini membuat indikator bergerak jauh lebih cepat, sehingga lebih cocok untuk trading jangka pendek dan menjelaskan mengapa banyak trader memperdebatkan EMA vs SMA saat menyusun setup mereka. Dari segi rumus EMA, perhitungannya menggunakan pengali (multiplier) yang diterapkan untuk memperhalus dan memberikan bobot lebih pada periode terbaru, inilah alasan mengapa indikator ini terkadang disebut sebagai exponentially weighted moving average.

    Menghitung pengali, atau faktor penghalusan (smoothing factor), adalah sebagai berikut: [2 ÷ (jumlah periode + 1)].

    Untuk moving average 3 hari, pengalinya adalah [2/(3+1)] = 0,5.

    Kemudian, kita mendapatkan rumus Exponential Moving Average berikut: Harga penutupan x 0,5 + EMA (hari sebelumnya) x (1 – 0,5).

    Sebagai contoh: 1 EMA = 60(1) = 60

    2 EMA = 0,5 * 45 + (1 – 0,5) * 60 = 52,5

    3 EMA = 0,5 * 50 + (1 – 0,5) * 52,5 = 51,25, adalah EMA 3 kita

    Dalam trading EMA, indikator ini sangat kuat sebagai indikator jangka pendek. Indikator ini memberikan hasil yang lebih dinamis yang paling cocok untuk trading jangka pendek dan swing trading. Anda dapat menggunakan EMA pada timeframe apa pun, tetapi sinyalnya akan lebih kuat pada timeframe yang lebih tinggi (4H ke atas). Lebih banyak data, yang berarti lebih banyak waktu, akan memberikan sinyal yang lebih andal.

    EMA 20 pada grafik 4H BTC/USDT

    EMA 20 pada grafik 4H BTC/USDT


    Hull Moving Average (HMA)

    Jadi apa itu Hull Moving Average? HMA dikembangkan oleh Alan Hull dengan satu tujuan: menghilangkan lag (keterlambatan sinyal) sembari menjaga garis tetap halus. Moving average tradisional biasanya mengharuskan adanya kompromi antara kecepatan dan kehalusan. HMA memecahkan masalah ini dengan menggabungkan beberapa Weighted Moving Average sedemikian rupa sehingga memungkinkan indikator bereaksi cepat terhadap perubahan harga terbaru tanpa menjadi tidak beraturan (erratic).

    HMA dihitung dalam tiga langkah. Pertama, hitung WMA dengan setengah dari periode yang dipilih (n/2). Kedua, hitung WMA dengan periode penuh (n). Ketiga, terapkan WMA akhir dengan periode yang sama dengan akar kuadrat dari n, menggunakan nilai mentah dari dua langkah pertama.

    Rumus Hull Moving Average adalah: HMA = WMA(2 × WMA(n/2) − WMA(n)), √n)

    Kita memiliki 3 periode, $50, $45, dan $60.
    Untuk HMA periode 3, n/2 dibulatkan menjadi 2 dan √n dibulatkan menjadi 2.

    Langkah 1 − WMA(2) menggunakan 2 periode terakhir (45, 60):

    (1 × 45 + 2 × 60) / (1+2) = (45 + 120) / 3 = 55

    Langkah 2 − WMA(3) menggunakan seluruh 3 periode (50, 45, 60):

    (1 × 50 + 2 × 45 + 3 × 60) / (1+2+3) = (50 + 90 + 180) / 6 = 53,33

    Langkah 3 − Nilai mentah: 2 × $55 − 53,33 = 56,67

    WMA(2) akhir diterapkan untuk memperhalus output, memberikan kita HMA 3 sebesar 56,67.

    Perhatikan bagaimana hasil HMA berada lebih tinggi daripada SMA (51,66), WMA (53,33), and EMA (51,25). Langkah pengurangan tersebut secara aktif mendorong garis ke arah harga terbaru, yang mana dapat menghilangkan lag. Hasilnya tidak hanya lebih cepat, tetapi secara arah juga berada di depan posisi rata-rata lainnya.

    Strategi Hull Moving Average dalam trading tradisional dan kripto berpusat pada kemampuannya untuk mengidentifikasi arah tren lebih awal daripada MA lainnya. Ketika HMA berbalik ke atas, ini menandakan potensi masuk posisi long (beli). Ketika berbalik ke bawah, ini menandakan potensi posisi short (jual) atau keluar pasar. Karena indikator Hull Moving Average bereaksi sangat cepat, banyak trader menggunakannya sebagai filter tren utama alih-alih sinyal entri mandiri, lalu memasangkannya dengan alat ukur volume atau momentum untuk mengonfirmasi pergerakan.

    HMA bekerja dengan baik pada timeframe 1H hingga 4H dan memberikan performa terbaik dalam kondisi pasar yang sedang tren.

    HMA 16 pada grafik 4H BTC/USDTHMA 16 pada grafik 4H BTC/USDT

    Ikhtisar

    Seperti yang telah Anda perhatikan, dengan menggunakan data yang sama, kita memperoleh hasil yang berbeda namun mirip.

    3 periode dalam contoh yang kita lihat masing-masing memiliki harga $50, $45, dan $60. Berikut adalah hasilnya:

    SMA 3 adalah 51,66

    WMA 3 adalah 53,33

    EMA 3 adalah 51,25

    HMA 3 adalah 56,67

    Ringkasan singkat:

    • SMA vs EMA, EMA akan bereaksi lebih cepat terhadap pergerakan harga terbaru, sedangkan garis SMA bereaksi lebih lambat.
    • WMA vs. EMA, WMA bereaksi lebih cepat dibandingkan SMA. Dan EMA bahkan lebih cepat daripada WMA karena memberikan bobot pada periode terbaru secara eksponensial. Sederhananya: periode atau candle terbaru diberikan tingkat kepentingan yang lebih tinggi. Artinya, pergerakan harga terbaru akan lebih penting, dan itulah mengapa ia bergerak “lebih cepat”.
    • HMA vs. EMA: HMA adalah yang tercepat dan terhalus di antara keempatnya. Ketika EMA dapat melesat terlalu jauh (overshoot) selama pergerakan yang bergejolak, HMA mengoreksi lag pada tingkat rumusnya, memberikan sinyal yang lebih bersih tanpa noise.
    • Moving Average yang “lebih cepat” seperti WMA, EMA, atau HMA akan memberikan keuntungan dalam trading jangka pendek. Untuk trading jangka panjang, SMA akan lebih halus dan lebih ideal.

    Perbedaan antara SMA, WMA, EMA, dan HMA tidak terlalu dramatis pada pandangan pertama, namun mereka menghasilkan sinyal yang berbeda pada grafik, terutama pada titik balik pergerakan harga. Mari kita lihat apa yang ditunjukkan oleh grafik sekarang setelah kita membahas berbagai jenis Moving Average ini.

    SMA berwarna biru, WMA berwarna oranye, EMA berwarna ungu, dan HMA berwarna hijau

    SMA berwarna biru, WMA berwarna oranye, EMA berwarna ungu, dan HMA berwarna hijau. SMA adalah yang paling datar dan paling lambat. WMA tetap berada lebih dekat dengan harga. EMA berada di antara keduanya. HMA mengikuti pergerakan harga dengan paling erat namun tetap halus, dengan lag yang paling tidak terlihat di antara keempatnya.

    gunakan sinyal dan strategi Bot trading PRO

    bagaimana cara menggunakan Moving Average?

    pengaturan Moving Average terbaik untuk trading kripto

    Sebelum Anda memulai trading berdasarkan MA, penting untuk dipahami bahwa lebih banyak data akan selalu memberikan sinyal yang lebih kuat. Apa artinya ini?

    Artinya, grafik Harian (Daily) akan memberikan sinyal yang lebih kuat daripada grafik 15 menit.

    1 menit < 5 menit < 15 menit < 1 jam < 4 jam < 12 jam < 1 hari < 1 minggu

    Ini juga berarti bahwa MA akan memberikan sinyal yang lebih kuat ketika mencakup periode waktu yang lebih lama.

    MA 3 < MA 10 < MA 20 < MA 50 < MA 100 < MA 200 < MA 500

    Hasilnya, MA dengan periode lebih rendah akan menunjukkan tren jangka pendek, sedangkan MA dengan periode lebih tinggi akan menunjukkan tren jangka panjang.

    jenis Moving Average mana yang tepat untuk saya?

    Moving Average cepat seperti EMA dan WMA lebih sering digunakan untuk trading jangka pendek, misalnya perdagangan yang memakan waktu kurang dari satu hari atau bahkan hanya beberapa jam.

    Namun, sulit untuk menentukan mana yang terbaik, karena analisis teknikal tidak mengenal benar atau salah. Ada banyak alat analisis, dan trading dapat dilakukan dengan setiap alat yang tersedia. Satu-satunya cara untuk mengetahui mana yang terbaik untuk Anda adalah dengan menguji dan melakukan paper trading (perdagangan simulasi). Ini berarti… buatlah sebuah sistem dan jalankan tanpa menggunakan uang sungguhan! Jika sistem Anda berjalan dan secara konsisten memberikan hasil yang baik, maka sistem Anda valid. Seseorang mungkin menganggap SMA sebagai moving average terbaik untuk kripto, sementara orang lain mungkin menganggap EMA lebih baik.

    Ingat, manajemen risiko adalah aspek paling krusial dalam trading.

    Pastikan Anda tidak menginvestasikan apa yang Anda tidak siap untuk kehilangannya, dan selalu gunakan order Stop Loss. Saat menggunakan aplikasi goodcryptoX, Anda dapat langsung memasang order Stop Loss saat membuka posisi trading. Order Stop Loss akan menjadi jalan keluar pengaman Anda jika analisis teknikal Anda terbukti tidak valid. Ketika order Stop Loss terpicu, kami menyarankan agar kerugian tersebut tidak memakan lebih dari 1% atau 2% dari total portofolio Anda.

    Sekarang, mari kita lihat bagaimana kita dapat melakukan trading menggunakan indikator yang sangat sederhana namun penting ini!

    Langkah 1. Buka grafik...

    Langkah 1. Buka grafik di goodcryptoX dan ketuk simbol fx pada menu untuk mengakses indikator

    Langkah 2. Pilih...

    Langkah 2. Pilih indikator yang ingin Anda tambahkan.

    Langkah 3. Untuk mengubah pengaturannya...

    Langkah 3. Untuk mengubah pengaturannya, ketuk tiga titik atau ketuk dua kali pada indikator tersebut.

    Langkah 1. Tambahkan beberapa...

    Langkah 1. Tambahkan beberapa Moving Average dengan warna berbeda

    Konfigurasikan pengaturannya sesuai kebutuhan

    Langkah 2. Konfigurasikan pengaturannya sesuai kebutuhan

    Mengombinasikan beberapa Moving Average

    Langkah 3. Mengombinasikan beberapa Moving Average akan memberikan hasil yang kuat.

    bagaimana cara trading berdasarkan Moving Average? Strategi trading kripto MA, SMA, EMA, WMA

    strategi trading Moving Average kripto #1: tren

    MA memberikan gambaran langsung tentang tren. Dengan menganalisis arah indikator Moving Average, kita dapat dengan mudah melihat apakah harga sedang membuat rekor tertinggi baru (new highs). Ujung indikator, bagian terluarnya, juga akan menunjukkan kemungkinan arah di masa depan. Trader tren umumnya melakukan akumulasi ketika harga menyentuh moving average yang signifikan. Signifikan di sini berarti MA dengan data terbanyak, misalnya MA 100 atau MA 200, yang jarang sekali tersentuh.

    strategi trading Moving Average kripto #2: mengombinasikan MA

    Banyak trader senang melihat beberapa MA pada grafik yang sama. Ini memberikan keuntungan untuk melihat tren jangka panjang dan tren jangka pendek secara bersamaan. Segala hal memungkinkan, mulai dari 2 MA hingga triple MA atau bahkan seluruh pita, atau Moving Average Ribbon. Selama Anda memahami informasinya, Anda dapat membaca sinyalnya dan memutuskan cara melakukan trading di pasar.

    Salah satu sinyal paling berarti yang dapat Anda tradingkan adalah Crossover triple moving average.

    mengombinasikan MA 10, MA 20, MA 50, MA 100

    Grafik 1H BTC/USD ini mengombinasikan MA 10, MA 20, MA 50, MA 100, dan MA 200.

    strategi trading Moving Average kripto #3: crossover

    Crossover adalah ketika satu MA memotong MA lainnya. MA periode lebih rendah yang memotong ke atas (crossing) MA periode lebih tinggi dianggap positif. Sebaliknya, MA periode lebih tinggi yang memotong ke bawah MA periode lebih rendah dianggap negatif. Crossover paling signifikan yang diperhatikan oleh trader adalah crossover antara MA 50, MA 100, dan MA 200. Biasanya, trader membangun strategi crossover 3 moving average mereka pada kombinasi MA ini.

    • Crossover positif dari MA yang disebutkan sebelumnya disebut sebagai Golden Cross.
    • Crossover negatif dari MA yang disebutkan sebelumnya disebut sebagai Death Cross.

    Biasanya, crossover terjadi ketika aksi jual atau aksi beli sudah jenuh (exhausted), dan pasar berbalik arah. Ini adalah indikasi bagus untuk melihat potensi pembalikan (reversal) tren.

    Crossover sangat penting ketika pasar memiliki tren yang kuat. Sebagai contoh, pasar telah berada dalam tren naik (uptrend) selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, lalu tiba-tiba muncul death cross, yang dapat mengindikasikan bahwa uptrend telah berakhir dan pasar akan berbalik arah.

    Golden cross pada grafik 1H BTC/USD

    Contoh Golden cross pada grafik 1H BTC/USD, berdasarkan MA 50 dan MA 100.

    Contoh Death Cross

    Contoh Death Cross pada grafik 4H ETH/BTC, berdasarkan EMA 50, EMA 100, dan EMA 200. Golden cross atau Death cross dapat terjadi baik saat EMA 50 menyilang EMA 100 maupun EMA 200. Semakin tinggi periode EMA yang bersilangan, semakin kuat sinyalnya. Pada contoh ini, kita melihat EMA 50 memotong ke bawah EMA 100.

    strategi trading Moving Average kripto #4: support dan resistance

    MA dapat memberikan indikasi yang jelas tentang support dan resistance di pasar.

    • Level support adalah area di mana para pembeli bersedia untuk membeli atau membeli lebih banyak.
    • Level resistance adalah harga di mana terjadi banyak aktivitas penjualan.

    Menggunakan Moving Average sebagai indikator untuk menentukan di mana Anda harus menempatkan Stop Loss terbilang cukup mudah, dan ini juga merupakan indikator yang bagus mengenai di mana Anda berpotensi memasang order Beli (Buy).

    menunjukkan level support dan resistance

    Moving average sering digunakan untuk menunjukkan level support dan resistance

    strategi trading Moving Average kripto #5: whipsaw

    Lebih banyak data berarti lebih kuat.

    Seperti yang telah dijelaskan di atas, timeframe yang lebih tinggi dan MA periode yang lebih tinggi adalah hal yang lebih penting. Berhati-hatilah terhadap kekacauan dan banyaknya sinyal yang akan Anda temukan pada grafik dengan timeframe lebih rendah. Menggunakan MA membutuhkan latihan dan observasi. Tidak setiap crossover merupakan sinyal untuk membeli atau menjual, begitu pula ketika harga menyentuh indikator Moving Average. Pola Whipsaw terjadi ketika harga berada dalam rentang sideways (konsolidasi), tidak membentuk tren jangka panjang yang signifikan baik ke atas maupun ke bawah, sehingga menciptakan persilangan yang bimbang dan terus-menerus pada MA periode rendah. Hal ini menghasilkan indikasi palsu (fakeout) dari support dan resistance atau crossover palsu.

    Sekali lagi, timeframe yang lebih rendah dan MA periode yang lebih rendah memberikan jauh lebih banyak sinyal, dan sinyal-sinyal tersebut juga kurang signifikan.

    contoh efek Whipsaw

    Contoh efek Whipsaw. Pergerakan harga pada timeframe rendah dan MA 10 saling berdekatan dan tumpang tindih, memberikan banyak sinyal palsu. Untuk menghindari whipsaw, ubah pengaturan MA ke angka yang lebih tinggi.

    raih lebih banyak profit menggunakan alat analisis teknikal canggih

    manfaat aplikasi goodcryptoX bagi trader

    manfaat aplikasi goodcryptoX bagi trader

    goodcryptoX memungkinkan Anda melakukan trading berdasarkan indikator di lebih dari 30 bursa kripto dengan mudah. Aplikasi ini tidak membebankan biaya trading tambahan dan mengurangi stres Anda karena beberapa alasan berikut:

    – Pantau semua akun bursa dan aktivitas trading Anda di satu tempat, Anda bahkan dapat menyertakan dompet blockchain Anda dan melacak setiap transaksi. Ikhtisar portofolio goodcryptoX secara otomatis membuat representasi visual dari kinerja Anda.

    – Otomatisasikan trading Anda. Aplikasi goodcryptoX menyediakan strategi bot trading yang paling dicari bagi penggunanya, seperti bot DCA, Grid, dan Infinity Trailing. Bot ini akan menyederhanakan rutinitas trading Anda dan membantu Anda memanfaatkan setiap peluang trading sepanjang waktu tanpa perlu memantau pasar terus-menerus.

    – Buat trade dengan setiap order yang disertakan, seperti Stop Loss, Take Profit, dan Anda bahkan dapat menghubungkan order Trailing Stop. Melakukan pemesanan trade tidak akan membekukan dana di akun Anda, sehingga Anda dapat membuat skenario yang berbeda dan melihat mana yang berjalan dengan baik.

    – Order yang dapat diprogram (Programmable orders). Fitur unik yang memungkinkan Anda memprogram order. Misalnya, Anda memasang order beli Bitcoin di harga $70.000. Anda dapat membuat kondisi bahwa JIKA order tersebut terpicu dan terpenuhi (filled), maka Stop Loss otomatis dipasang di $68.000 dan Take Profit di $80.000. Sangat cerdas!

    – Notifikasi. Terima ikhtisar pasar harian, atau programkan peringatan (alerts) ketika pasar mencapai level harga tertentu. Dengan cara ini, Anda tidak perlu memindai pasar secara manual untuk mencari peluang; Anda cukup memasang peringatan dan kemudian berpotensi membuka posisi trading. Anda bahkan dapat mengaktifkan notifikasi untuk listing baru di bursa, dan menangkap proyek-proyek yang paling hype.

    – Sinyal goodcryptoX. Fitur ini menggunakan data pasar dan menganalisis setiap koin berdasarkan 15 Moving Average dan 10 Osilator. Tujuan utama dari fitur ini adalah membantu memproyeksikan tren atau arah harga kripto lebih lanjut serta membantu trader memutuskan kapan harus masuk dan keluar dari pasar.

    – Temukan lebih dari 20.000 pasar, tempat tradingnya, pasangan (pairs) apa saja yang ada, dan ikuti performanya. Hubungkan akun bursa Anda dan langsung lakukan trading!

    – goodcryptoX terus beradaptasi dan berkembang, pengembangan dilakukan berdasarkan umpan balik dari para pengguna, dan tim berkomitmen untuk menciptakan aplikasi trading mata uang kripto yang andal di pasar.

    trading Moving Average di goodcryptoX

    Trading menggunakan Moving Average sangatlah berharga. Memahami cara membaca sinyal Moving Average dapat memberikan hasil yang baik.

    Namun, waspadalah terhadap Whipsaw dan pastikan Anda terlindungi dengan manajemen risiko yang tepat saat membuka posisi trading. Selain itu, ingatlah bahwa Moving Average memiliki lag (keterlambatan), karena dihitung berdasarkan data historis, dan masa depan selalu bisa berbeda.

    Moving Average adalah tambahan yang bagus untuk grafik, dan trading menjadi lebih kuat ketika Anda menggabungkan indikator ini dengan indikator lainnya. Mengakumulasikan sinyal Anda akan memberikan kekuatan analisis yang lebih besar.

    Setelah membaca panduan ini, Anda semestinya sudah dapat melakukan analisis teknikal Moving Average sendiri! Anda dapat menggunakan Moving Average secara gratis di goodcryptoX. Namun, untuk memperluas pengetahuan Anda tentang MA, bacalah artikel kami tentang Moving Average Lanjutan (Advanced Moving Averages), seperti SMMA, KAMA, LWMA, DEMA, dan TEMA. Panduan kami akan membantu Anda memahami cara kerjanya dan cara menggunakan jenis MA yang kurang umum ini dalam proses trading Anda.

    Temukan goodcryptoX di iOS App Store maupun Google Play Store dan jelajahi salah satu aplikasi mata uang kripto tercanggih di pasar!

    Apakah Anda memiliki pertanyaan?

    Bergabunglah dengan grup obrolan publik di Telegram dan tanyakan apa saja, 24/7.